Senin, 29 Juli 2013

Cara membasmi Virus Kuning atau Virus Gemini pada tanaman Cabe. disebut penyakit Bule.

Tantangan yang sering dihadapi petani yaitu berbagai kendala dalam budidaya dilapangan baik serangan hama penyakit disamping harga komoditi yang sangat fluktuatif.

Kendala hama penyakit juga menjadi momok petani cabe dan ada beberapa tantangan hama penyakit yang relatif sulit dikendalikan petani cabe seperti layu bakteri, antraknose, virus kuning, ulat buah maupun lalat buah cabe.

Salah satu penyakit yang sering menyebabkan gagalnya investasi cabe adalah virus kuning atau virus Gemini. Virus Gemini atau virus kuning tanaman cabe disebabkan oleh vector virus kuning yaitu kutu kebul Bemesia tabaci dan juga bisa dibawa oleh vector Thrips dan Aphids.

Gejala awal dari virus kuning adalah pertumbuhan yang terhambat, daun keriting, daun bagian pucuk mulai menguning.  Biasanya tidak semua tanaman tetapi dimulai satu dua tanam yang terserang dan setelah 2 minggu akan menyebar ke seluruh areal tanaman.

Kutu kebul hingga saat ini ada 500 tumbuhan yang menjadi inangnya.  Kutu kebul tersebut mengisap cairan daun sehingga tanaman tumbuh terhambat dan menyebarkan / menularkan berbagai virus penyebab penyakit anatara lain virus kuning (TYLC) pada tanaman cabe dan tomat. Virus ditularkan secara persisten artinya kalau virus sudah ditularkan maka virus akan tetap menetap pada tanaman tersebut.

Kutu kebul biasanya ada di bawah daun dan akan terbang bila ada getaran atau disentuh daunnya sehingga relatif sulit dalam pengendaliannya.  Periode makan kutu kebul selama 30 menit dan masa inkubasi dalam serangan antara 10 – 11 hari tergantung kondisi lingkungan/ekosistem hama tersebut, sedangkan masa inkubasi dalam tanaman 10-20 hari.

Cara Pengendalian:
Kutu kebul mulai menyerang tanaman mulai dari persemain tanaman dan juga di pertanaman setelah pindah tanam. Kegagalan pengendalian virus kuning biasanya disebabkan kurangnya proteksi dipersemaian dan hanya konsentrasi pada pengendalian di pertanaman.

Menurut Jakes Sito.SP selaku ketua LSM ORGANIK ( www.lsmorganik.wordpress.com ) mengatakan: “bahwa kunci sukses dari pengendalian virus kuning adalah

(1) penggunaan benih cabe yang punya daya tahan terhadap virus kuning seperti Cabe Varietas KOPAY (info benih bisa hub 0852 6524 7846),

(2) Pemupukan dasar mesti diperbanyak dengan pupuk kompos yang mengandung Agen hayati TRICHODERMA (baca tentang TRICHODERMA => KLIK DISINI

(3) Persemaian mesti ditutup dengan plastik atau kelambu tembus cahaya matahari agar kutu kebul tidak bisa masuk,

(4) Sesering mungkin menyemprot mulai dari persemaian hingga ke pertanaman dengan aplikasi Pestisida Nabati dan Mol Keong Mas (bisa dibaca  tentang Pestisuda Nabati dan Mol Keong Mas: KLIK DISINI).

Dipertanaman setelah pindah tanam juga harus tetap dijaga dari serangan kutu kebul dan periode kritis di pertanaman yaitu saat tanaman umur 7-42 hari. Apabila tanaman lolos di masawaktu tersebut maka relatif serangan virus kuning akan berkurang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar